"sungguh, manusia berada dlm kerugian, kecuali orang-orang yg beriman dan mengerjakan kebajikan serta SALING MENASIHATI UNTUK KEBENARAN & SALING MENASIHATI UNTUK KESABARAN"(103:2,3)
Sunday, August 28, 2011
void
untuk kita semua, yang mengaku muharrikah, yang bergerak. untuk kita, yang mengaku du'at. untuk kita, yang mengaku akhawat.
semoga ramadhan ini menjadi titik mula untuk kita reconnect dengan Dia.
doakan saya juga. doakan semua akhawat sedunia.
Thursday, July 28, 2011
mendewasalah!
seorang ukht indonesian menggariskan masa setahun untuk menyelesaikan tahapan pertama tarbiyyah si mutarobbi
kemudian tahun kedua adalah untuk menyerapkan dia dalam tahapan kedua pula
jadi umur kita sudah berapa tahun?
3,4 tahun mashaallah. dan kita masih dalam lingkungan yang still tsabat di medan ini
dan nak tak nak kita kena mendewasa dengan umur kita
fizikal budak 3 tahun mana sama dengan fizikal baby setahun, ye tak?
walau seronok jd kanak2 5 tahun, seorang budak yang berumur 10 tahun lambat laun kena terima dia ni 10 tahun. jadi pikiran dan kemahirannya kena mendewasa seiring dengan umurnya
jadi haruslah kita pun begitu
mengakui yang tarbiyyah ini tidak dapat tidak telah meninggalkan tempias yang mendalam dalam hati, jiwa dan raga
hingga ia sangatlah mampu untuk membocor keluar mewarnai kehidupan realitas kita semua
bahkan
bahasa kita mestilah sama,sbb bahasa jepon tak sama dengan bahasa orang asli
pikiran kita mestilah seiring, sbb rentak yang tak seirama hanya melambatkan kerja dakwah kita
pakaian kita mestilah terhormat, sbb ini salah satu sumber tsiqah manusia pada apa yg kita bw
hingga
manusia bisa membedakan hayunan langkah, helaan nafas, singgung bibir kita dan merasakan keindahan dari tempias ruhiy islamiyyah yang diwarnai dari dalam (fikrah) diri kita
sehingga
mereka merasakan suatu yang lain dari pinggan kita, rumah kita, buku kita, kereta kita
kerana kita tak sama dengan manusia lain
tamayyuz kita menjanjikan perisa yang lain dari harakah lain yang giat merekrut manusia duniawi!
sedangkan kita adalah manusia akhirat. kerana kita adalah pencinta surga Allah. kan? *wink*
maka
setelah kita rela mendewasakan diri dan kita menerima dengan tenang perubahan itu
bersiap sedia lah dengan lompatan semangat adik-adik yang minta ditampung
sebab kita takkan mampu menghadapinya andai kita masih beku dalam diri kita yang lalu
sebab ianya memerlukan hikmah yang sangatlahh tinggi dalam memandu langkahan mereka
dan boleh jadi kita hilang sabar dalam mengemudi mereka
hingga membuatkan adik-adik lari ketakutan dari jalan ini kerana hilang percaya pada kita
puncanya, sang kakak tidak mampu beroleh tsiqah dengan personaliti yang langsung berbeda dengan perkataannya
dan kita nak tak nak hakikatnya mutarobbi yang dulunya duduk canggung dalam bulatan usrah kita sudahpun dewasa
mereka mula berpikiran seperti kita
mereka mula bercakap bahasa kita
hingga acapkali kita tersentuh mendengarkan kata-katanya yang jelas tergambar dalamnya kefahamannya terhadap dinnul islam
lantas airmata menjadi bukti syukur kita pada Allah yang sudi menjaga mereka dan menjaga mereka sepanjang tumbesaran yang penuh payah itu
lantas ape yang kamu belajar dari postku kali ini? :)
Thursday, July 7, 2011
wahai kamu yang menggelar diri kamu du'at! yang menggelar diri kamu akhawat!
kamu layu dek berseorangannya kamu?
kamu statik, sekali diketuk mas'ulah, sekali diketuk naqibah, sekali itulah kamu bergerak?
sekali ditanya khabar, sekali itulah kamu beri respon?
kalau berani, kalau betul kamu mujahidah, bacalah ini: klik sini.
Thursday, June 30, 2011
Jalan Masih Panjang

Jalan masih panjang
Terbentang dihadapan
Tak hanya sekedar duka
Lihatlah kedepan
Yang lalu biar berlalu
Jadikan pemicu qalbu
Jalan hidup takan pernah lurus
Pasti ada salah
Lewati segalanya
Tapi tuhan
Tak pernah berhenti
Membuka jendela
Maaf untuk kita
.Jalan hidup takan pernah lurus
Pasti ada salah
Lewati segalanya
Tapi tuhan
Tak pernah berhenti
Membuka jendela
Maaf untuk kita
Jalan masih panjang
Usah berputus asa
Selagi nyawa tersimpan
.
Jalan hidup takan pernah lurus
Pasti ada salah
Lewati segalanya
Tapi tuhan
Tak pernah berhenti
Membuka jendela
Maaf untuk kita
p/s: Jom dengar cover version lagu ni :)
Saturday, June 18, 2011
BismillaahirRahmaanirRaheem...
Assalamu'alaikum...
Allahumma salli ala Muhammad wa Ahlihi wa Sahbihi wa sallim tasleeman.
Probably tomorrow, June 19 2011 is Father's Day in the United States. (In fact, everyday is a Father's Day because fathers never stop being fathers, even when the holiday is over!!! >.<)
Abah,
Thank you,
for caring and listening,
for giving and sharing,
I miss you, indeed. :)
Monday, May 9, 2011
Friday, April 22, 2011
surat dari posmen
Kriiiing, kriiiiing,kriiiiing , pak pos lewat tepat di depan sekumpulan akhawat yang sedang LIQO’ ( ngaji ), tiba-tiba pak pos menghampiri mereka.
“Assalamu’alaikum”
“Waa’alaikumussalam” jawab akhwat serempak
“Afwan, ukhti… ini ada surat untuk mujahidah” kata pak pos
“Ooooh… syukron pak”
“Ya.. afwan” jawab pak pos singkat, sesingkat beliau mampir ke tempat itu.
“Assalamu’alaikum” pamit pak pos.
“Wa’alaikum salam” jawab jilbaber serempak. Tak sabaran mereka pun membuka surat yang baru saja di terimanya. Sebuah amplop berwarna pink di sobek, lalu seorang murobbiyah pun membacanya, dan mutarobbbiyah khusyu mendengarkannya.
“ Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh “ seuntai kata dari surat itu mulai di baca.
“Wa’alaikum salam warahmatullahi wabaraktuhu” jawab jilbaber lagi-lagi kompak.
“Ukhti… yang di nantikan syurga “ satu persatu murobbiyah mulai mengalirkan kata-kata surat yang di bacanya.
Ukhti…Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho tuhanmu,mungkinkah besarnya kerudungmu hanya digunakan sebagai fashion atau gaya jaman sekarang, atau mungkin kerudungbesarmu hanya di jadikan alat perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang di idamkan bahkan bisa jadi kierudung besarmu hanya akan dijadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan.
Ukhti…tertutupnya tubuhmu tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu,keluargamu bahkan diri antum sendiri, coba perhatikan sekejap saja,apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manis mu
Ukhti…lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara antum sama dengan lembutnya kasihmu pada sauadaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu.
Ukhti…lembutnya parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak palestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan nyawa sekali pun dengan tetes darah terakhir, akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain.
Ukhti…Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu,mungkinkah malam-malammu di lewati dengan rasa rindu menuju tuanmu dengan bangun di tengah malam dan di temani dengan butiran-butiran airmata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan,atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan tebalnya selimut setan dan di nina bobokan dengan mimpi-mimpi jorokmu bahkan lupa kapanbangun shalat subuh.
Ukhti…Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang entum dapatkan, ataukah antum tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu,sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubangyang snagat mengerikan yaitu maksiat.
Ukhti…cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri antum sendiri, pernahkah antum menyadari bahwa kecantikan yang antum punya hanya titipan ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun kedepan antum masih terlihat cantik,jangan-jangan kecantikanmu hanya di jadikan perangkap jahat supaya bisa menaklukan hati ikhwan dengan senyuman-senyuman busukmu.
Ukhti…tundukan pandanganmu yang katuh ke bumi tidak menjamin samadengan tundukan semangatmu untuk berani menundukan musuh-musuhmu,terlalu banyak musuh yang akan antum hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu.
Ukhti…tajamnya tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan tajamnya kepekaan dirimu teerhad apa warga sesamamu yang tertindas di palestina, pernahkah antum menangis ketika mujhaid-mujahidah kecil tertembak mati, atau dengan cuek membiarkan begitu saja, pernahkah antum merasakan bagaimana rasanya berjihad yang di lakukan oleh para mujahidah-mujahidah teladan.
Ukhti…lirikan mamatamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat, coba antum perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman,saudara bahkan keluarga antum sendiri belum merasakan manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang antum rasakan, bisa jadi salah satu dari keluargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan berperilaku binatang yang tak karuan, sanggupkah antum menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemulyaan islam.
Ukhti…tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang khalolikmu, antum adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman,tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul di jaga olehmu, banyak cara yang harus antum lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnyadi lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba….
Ukhti…Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masihkah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah antum membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah di raih dan merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif,bahkan merasa diri paling cerdas di tas rata-rasat akhwat yang lain,sesombong itukah hatimu, lalu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu.
Ukhti…rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infakmu ke mesjid atau mushola, sadarkah antum kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masihterliat kosong dan menghawatirkan, tidakkah antum memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang antum masukkan, maukah antum di beri rizki sepelit itu.
Ukhti…rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunanah senin kamis yang antum laksanakan , kejujuran hati tidak bisa di bohongi,kadang semangat fisik begitu bergelora untuk di laksanakan tapi, semangat ruhani tanpa di sadari turun drastic, puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang di rasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati antum, makanan fisik yang antum pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi
Ukhti…manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang antum lewati, sikap ramahmu pada orang antum temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuex dan menyebalkan, kalau itu kenyataannya bagaimana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan banyak kader, ingat!!! Dakwahtidak memerlukan antum tapi… antumlah yang memerlukan dakwah, kitas emua memrlukan dakwah
Ukhti…rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti rosulullah sebagai panutanmu.
Ukhti…ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang kholikmu, masihkah antum senang bermanjaan dengan tuhanmu dengan shalat duhamu, shalat malammu?
Ukhti…dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi,akankah nama harummu di sia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah antum ketika sang mujahid akan segara menghampirimu.
Ukhti…masih ingatkah antum terhadap pepatah yang masih teringiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik,jadi siap-siaplah sang syuhada akan menjemputmu di pelaminan hijaumu.
Ukhti…Baik buruk parasmu bukanlah) satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga rabbmu.Maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu.
Ukhti…muhasabah yang antum lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan dan kebusukan kelakuan antum yang dilakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, antum tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai kapan akhlak busuk mu di lupakan, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang hanya akan mendapatkan ikhwah yang baik.
Ukhti…pernahkah antum bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang antum pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang solehah dan seorang mujahidah, kenapa tidak dari sekarang antum mempersiapkan diri menjadiseorangan mujahidah yang solehah
Ukhti…apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri antum,seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang tidak karuan dan hanya kan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa bantu 0rang tua, kapan akan menjadi anak yang biru walidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, mulai kapan antum akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat solehah.
Ukhti…apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat seorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya mata harimau mencari mangsa, atau tundukan pandangannmu hanya menjadi alasan belaka karena merasa berkerudung besar
Ukhti… hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah antum menjaga izzah yang antum punya, atau sebaliknya antum bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang laing, kadang orang lain akan mempunyai persepsi di sama ratakan antara akhwat yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo antum sendiri membuat kebobrokan akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain.
Ukhti…dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan istri yang solehah,siapkah antum sekarang menjadi istri solehah yang selalu didamba-dambakan oleh semua orang?
Selesai membaca, tak terasa murobbiyah dan mutarobbiyah punmengeluarkan butiran-butiran halus dari matanya, mereka menangis,meratapi dan muhasabah bersama dalam liqo’atnya….
Mudah2an bermanfaat..
salin tampal dari arraqaiq.
p/s:kalau ada bahasa yang saya boleh wajibkan untuk adik2 saya belajar, bahasa-bahasa itu adalah:
arab fushah, bahasa indonesia, dan english. mengikut turutan ini :)
saya juga masih terkial2.
