Sunday, November 29, 2009

hadiah besday

Bismillah..
Pertemuan jiwa-jiwa yg berbekas begitu dalam baru sahaja berlalu. Aku mula merindui mereka yg berada di bahagian atas kawasan tanah percuma itu. Subhanallah, ukhwah terasa begitu indah sekali. Aliran2 keimanan begitu terasa powerful sekali pabila berada disekeliling mereka. Mereka begitu riang ria dan mampu mengubat hati yg sepi. Subhanallah, terima kasih Allah, yg memberi aku nikmat utk merasai kenikmatan berukhwah dan perasaan kasih sayang yg membara ini. Alhamdulillah.

Syukurku pada Allah yg memberi hadiah besday yg paling bermakna pada hari itu. Peluang berjemaah maghrib di tepi Lake Lansing begitu membelai hati yg mendambakan saat-saat manis bersamaNya.

Terima Kasih Allah, pemberi hadiah terbaik. ^_^

1001 pengalaman



"ini Tom"



assalamualaikum.

sebelum kerengga menulis lebih jauh lagi, izinkan kerengga untuk clear up kan niat ya.


.......



.......



.......



selesai. ehem2. hari ni kerengga ada dua soalan untuk pembaca setia sarang nih.

1. amacam cuti kali ini?

ini jawapan kerengga:

kerengga suka cuti kali ni. Thanksgivings break yang bukan break untuk kerja dakwah kerengga. meski esok sekolah akan dibuka which means ada lectures, quizzes, exams dan finals akan berkunjung tiba, kerengga mahu juga berkongsi sedikit cerita hati sebelum kerengga duduk study atas meja, marathon revision untuk exam selasa ni. boleh ya?

dalam banyak2 cerita hati yang ligat menari2 dalam kepala sekarang nih, kerengga suka ingin berkongsi tentang ukhwah.

Ya, UKHWAH.

2. bagaimana ye ukhwah terjalin?

kerengga terasa surprise sendiri dengan rasa hati yang bagaikan mahu menangis2 tatkala sahabat2 kerengga pulang tadi. haah. mereka tidur 2 malam di rumah kerengga yang tak seberapa ni. biarpun kami sama2 kurang (mostly) mengenali sesama sendiri, mungkin kami tak tahu yang Allah sudah lama menautkan hati2 kami.

biarpun kami makan lain2 pinggan, kami menjamu lauk yang sama. lalu hati kami bertaut lebih erat.
biarpun mereka dari sebelah timur, kami tidur di bawah bumbung yang sama. berkongsi panas (heater overpowered) dan sejuk (heater off) dengan comforter dan selimut yang tak seberapa.
biarpun mereka sangat ceria dan talkative, tahukah itulah yang menceriakan cuti kami ? =)

biarpun.
biarpun...
biarpun.....

sedar tak sedar, saat berpisah kami sama2 membaca doa Rabitah. ada yang sanggup meninggalkan barang kesayangannya di sini. "takpe, Tom tinggal sini sebab kita sayang korang.." saat itu, airmata kerengga berguguran. terharu yang amat.

moga sahabat2 kerengga akan terus dilimpahi mentari Islam. hangat menyinari kehidupan yang islami. setulus ingatan yang takkan pudar dari tuan rumah.

Ya, UKHWAH...manisnya bukan?



Wednesday, November 25, 2009

pelajaran berguna : teguhnya sahabat

ambil dari buku [Quantum Change] by Amru Khalid, cetakan februari 2008

Keteguhan Sahabat Nabi

Dialah Khubaib ibn Uday yang diutus oleh Rasulullah saw bersama beberapa orang sahabat untuk mengajak kaum kafir kepada Islam. Kaum Muslimim membuat perjanjian dengan kaum kafir untuk saling melindungi, akan tetapi mereka mengkhianati perjanjian yang telah disepakati. mereka menangkap dan membunuh beberapa orang sahabat, salah satu di antaranya adalah Khubaib yang ditangkap dan ditawan kemudiannya dijual kepada kaum Musyirikn di Mekkah. Sebelumnya sebagian keluarga Khubaib telah dibunuh di Badar.


Khubaib dibawa ke Tan'im, sebuah tempat yang terlarang bagi penduduk Mekkah untuk melakukan umrah. Dia disalib di sebuah pohon kurma untuk dibunuh. Abu Sofyan memerintahkan kepada pengikutnya untuk tidak membunuh Khubaib sekaligus, akan tetapi menyiksanya terlebih dahulu dengan memukuli sebagian anggota badannya seperti tangan dan kakinya.



Orang2 kafir lalu berkumpul dan melepaskan anak panah ke arah tangan dan kaki Khubaib. Namun Khubaib tetap menegakkan kepalanya dan tidak sedikit pun mengeluh setegak gunung yang kokok menancap di bumi.


Hai para pemuda, itulah keteguhan yang menancap kuat pada diri sahabat Nabi saw; tidak terpedaya oleh bisikan setan yang sesaat mendorong, kemudian lalai dan tidak berupaya untuk membangkitkannya kembali.


Sebelum orang2 kafir mulai menghujani Khubaib dengan panah, Abu Sofyan menghampirinya dan berkata, "Hai Khubaib, bagaimana jika Muhamad menggantikan posisimu saat ini, dan engkau bebas kembali kepada keluargamu !?"


Dengan tegas Khubaib menjawab, "Demi Allah, tidak terbersit sedikitpun keinginanku untuk bersama keluargaku, sedangkan Rasulullah saw tertusuk duri. Bagaimana mungkn aku menjadikannya menggantikan posisiku ini?"


Abu Sofyan membalikkan telapak tangannya, dan berkata, "Sungguh, tak ada orang yang mencintai orang lain seperti cinta para sahabat Muhammad kepadanya !"


Coba anda bayangkan, apakah anda juga mencintai Nabi saw seperti cinta Khubaib kepadanya? Renungkanlah sejenak ekspresi cinta sahabat Khubaib yang disaksikan langsung oleh Abu Sofyan ini !


Abu Sofyan bertanya lagi, "Apakah engkau menginkan sesuatu sebelum kematianmu ?" Khubaib menjawab, "Ya, aku ingin melakukan shalat sebanyak dua rakaat." "Baiklah, kami memberikan kesempatan kepadamu untuk melakukan shalat sebanyak dua rakaat," kata Abu Sofyan mempersilakannya. Lalu dia melakukannya, dan Khuabib adalah orang pertama yang melakukan shalat sunnah sebanyak dua rakaat sebelum kematiannya. Namun dia hanya melakukannya dengan ringan.


Khubaib berkata, "Demi Allah, kalau saja kalian tidak mengira bahwa aku takut menghadapi kematian, aku pasti memperpanjang shalatku sesuai dengan kehendak Allah." Dia lalu melantunkan sebuah syair yang mengutarakan keteguhan pendiriannya menjelang akhir hayatnya,


"Ketika aku dibunuh dalam
keadaan berserah diri (Muslim)
Tak kupedulikan kematianku
Sepanjang dalam keadaan berserah diri kepada Allah.
Adalah kehendak Tuhan, dengan berkah-Nya
Menghimpun jasad yang terserak."


Yang teramat penting bagi Khubaib adalah mati dalam keadaan berserah diri kepada Allah. Dia tidak peduli dengan cara bagaimanapun menjelang kematian, selama berada di halan Allah, dan menegakkan agama-Nya. Alah Mahakuasa untuk memberikan berkah terhadap jasad yang tercabik.


Setelah melantunkan syair keteguhannya, Khubaibrkan berdoa kepada Allah untuk menggetarkan hati orang2 kafir, "Ya Allah, hitunglah jumlah mereka semua, binasakanlah dan cerai beraikan mereka, jangan biarkan satu pun tersisa dari emreka !" (HR.Abu Daud Ath-Thayalisi)


Mendengar doa Khubaib, orang2 kafir yang menyaksikannya menjauh darinya kerana diliputi rasa takut. mereka takut doa Khubaib akan menimpa diri mereka.


Lihatlah bagaimana kepandiran dan kekacauan hati dan pikiran mereka kerana diliputi rasa takut. Kepala mereka tertunduk ke bumi, hanya kepala Khubaib yang tetap tegak. Dengan kekuatan iman dan keteguhannya, tidak ada sedikit pun perasaan gentar dalam dirinya. Camkanlah, saudaraku! Mungkin anda tidak seperti Khubaib, akan tetapi satu yang harus anda teguhkan di dalam hati, bahwa Islam adalah segalanya; anda harus hidup demi menegakkan Islam di atas segala- galanya!


p/s: cerita ini benar2 menyentuh hati kerengga. :D

Tuesday, November 24, 2009

pelajaran berguna : teguhkan hati

ambil dari buku [Quantum Change] by Amru Khalid, cetakan februari 2008

Agamamu adalah Darah Dagingmu

Dalam setiap peperangan yang dihadapi kaum muslimin, Rasulullah saw biasa menentukan slogan yang ditulis di atas panji-panji perang untuk mengobarkan semangat para sahabat. Slogan ini berfungsi memotivasi semangat, agar hati mereka tetap teguh dalam perjuangan.

Slogan dalam perang Badar adalah "AHAD !!!" (Satu); slogan perang Uhud adalah "Dinuka!!..Lahmuka!!...Damuka!!..." (agamamu, darah dagingmu).

Agama Anda adalah darah daging anda, berarti, misalnya sampel darah anda diambil dan diletakkan di bawah mikroskop untuk diteliti, maka akan tampak kalimat "Aku mencintai agamaku." Sebuah kecintaan yang terinfiltrasi (menyusup dengan kuat) ke dalam pembuluh darah.

Slogan perang Khandaq adalah "Ya manshur, amitta," (jelang kemenangan, bunuhlah). Engkau akan meraih kemenangan, untuk itu maju dan bunuhlah. Jika engkau mati, kematian bukan berarti kekalahan. Engkau meraih kemenangan, Allah-lah yang menjamin kehidupan atau kematianmu.

Agama anda, sekali lagi agama anda adalah darah daginganda. Mungkinlah akan seteguh ini anda membela agama!? Ketika manusia menggeluti hawa nafsunya, apakah anda akan tetap berpegang teguh pada agama anda?! Ketika manusia berucap, "Ah, tak ada gunanya (berpegang pada agama)," apakah anda tetap teguh!? Haruskah demikian? Mengapa? Ya, kerana Islam terlampau mahal (nilai dan harganya), sehingga anda harus mencintainya lebih dari segalanya.

Teguhlah berjuang demi agama anda! Katakan, "Aku akan tetap teguh berpegang pada agamaku, apa pun yang terjadi; aku akan tetap menggalang manusia; mengingatkan sahabat2ku terhadap agama. Tidak ada yang dapat menghalangiku; aku tidak peduli pada ancaman atau cibiran. Yang terpenting, aku mengajak kepada jalan yang terbaik sepertiyang diperintahkan oleh Allah swt dan dijalankan oleh Rasulullah saw.
moga menginspirasi semua pembaca sebagaimana ia menginspirasi daku.

Friday, November 20, 2009

kerja

assalamualaikum warahmatullah.dedicated to adik beradik semut sekalian, dan semua pejuang keadilan di bumi ini.

Wahai kalian yang rindu kemenangan
yakinlah
tiada kemenangan tanpa perjuangan
tiada perjuangan tanpa pengorbanan
tiada pengorbanan tanpa iman
tiada iman tanpa kerja nyata
bersegeralah
sambut seruan perjuangan
Allahu Akbar!

izis, kami pejuang keadilan.
yours truly,
semut askar.

Thursday, November 19, 2009

Ber'cinta'kah kita?


Bismillah...

ALLAH loves you. No doubt. The question to ask is ....

1. Do you love Allah?

2. How deep is your love?

Cintakah kita.....

Bila diajak 'berjumpa' kte ckp 'kejap lagi laaa,awal lagi nih'
Bila dajak 'bdating' kte bg alasan 'sy penat laa hari ni.....'
Bila dberi surat cinta kte 'ltak atas almari, dtempat khas laa kununnye, tapi jarang2 dbaca'
Bila diberi hadiah kte 'wat wat tatao je...'
Bila dminta brkorban kte 'eerrrr...... errrrr...... (x terkata)'

bercintakah kita?
bercintakah kita......

Destiny is a choice!

Destiny is not a matter of chance but of choice. Not something to wish for
but to attain

- William Jennings Bryan